Bupati Kudus Perkuat Pasar Tradisional Berkompetisi

 10-04-2017 14:04 WIB by Admin  371x    Ekonomi
Resmikan Pasar Baru, Diharapkan Jadi Pasar Induk

Pemotongan pita oleh Bupati Kudus sebagai tanda pembukaan Pasar Baru Wergu (foto:rochizio)

 
 
KUDUSNEWS.COM, Kudus - Semakin tak perlu diragukan lagi, Bupati Kudus H. Musthofa menunjukkan totalitasnya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan. Sebagaimana yang terlihat pada peresmian Pasar Baru, Kudus, Minggu (9/4).
 
 
Pasar yang berlokasi di Desa Wergu Wetan, Kota Kudus ini mampu menampung 550 pedagang. Dengan rincian 360 los dan 190 kios. Dengan lahan yang masih tersedia, pasar ini akan dikembangkan.
 
 
"Ke depan, akan saya jadikan Pasar Baru ini sebagai Pasar Induk," kata Bupati yang juga Lurahe pedagang pasar Se-Jawa Tengah ini.
 
 
Bahkan, pasar baru ini akan digarapkan akan hidup selama 24 jam. Yang artinya, aktivitas di pasar ini terus berlangsung. Sebagaimana aktivitas yang berlangsung di seputar Simpang Tujuh.
 
 
Pembangunan dan kepindahan pasar ini, tambahnya, karena pasar lama sudah tidak mampu lagi menampung pedagang. Apalagi pasar Johar menempati bangunan milik PT KAI dengan sistem sewa.
 
 
"Maka, kami berupaya memberikan kenyamanan dan kepastian dalam mencari nafkah melalui pembangunan pasar ini. Semuanya gratis," tegas Bupati di hadapan ratusan pedagang sore itu.
 
 
Baginya, ekonomi kerakyatan merupakan kata kunci dalam membangun perekonomian secara nasional. Revitalisasi pasar ini adalah upaya nyata dalam penguatan kemampuan berkompetisi bagi pasar tradisional dengan keberadaan pasar modern.
 
 
Bupati berpesan agar fasilitas yang telah ada dirawat dan dijaga dengan baik. Termasuk kebersihan lingkungan pasar yang menjadi tanggung jawab bersama. Sementara, kekuranglengkapan fasilitas (seperti pagar) akan segera dilengkapi demi kenyamanan pedagang dan pembeli.
 
 
"Semoga para pedagang di sini jualannya laris. Dan bisa mencari nafkah dengan nyaman," harap Bupati yang juga Pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.
 
 
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaen Kudus Sudiharti mengatakan bahwa dengan dibangunnya pasar ini memberikan kenyamanan. Karena dibangun di lahan sendiri yang menelan dana Rp. 37 miliar. Sehingga tidak perlu lagi membayar sewa sebesar Rp. 80 juta per tahun pada PT KAI.
 
 
"Untuk pedagang sepeda dan mebel akan kami bangun dengan anggaran tahun berikutnya," ujar Sudiharti.
 
 
Sementara itu, salah seorang pedagang, Suhendro, mengaku senang dengan keberadaan pasar baru ini. Dirinya berharap segera dilengkapi fasilitas yang ada demi kenyamanan pengunjung. Sehingga omzetnya juga meningkat.
 
 
"Terima kasih, Pak Bupati. Kami telah dibangunkan pasar yang megah ini dengan gratis tanpa membebani pedagang," kata Hendro.(*)