Bulan Agustus, Kudus Alami Deflasi 0,11 Persen

 04-09-2018 23:27 WIB by Admin  52x    Ekonomi

KUDUS-Menurut Data BPS, Kudus mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 139,54. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kudus, Sapto Harjuli Wahyu di Aula BPS Kudus (4/9).

Deflasi terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan 0,68 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, batu bata, dan cabe rawit. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dengan 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,06 persen; dan kelompok transport, komunikasi; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,24 persen. Lalu komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah semen, ketimun, taman kanak-kanak, tomat sayur, dan beras.

Tak hanya di Kudus, enam kota SBH (Survei Biaya Hidup) Jawa Tengah lainnya kompak mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,58 persen dengan IHK sebesar 128,22. Diikuti dengan Kota Tegal sebesar 0,22 persen dengan IHK 129,96, lalu Kota Purwokerto sebesar 0,17 persen dengan IHK 130,41, dan Kota Cilacap 0,12 persen dengan IHK 136,30. Sementara dua kota lainnya yakni Kudus dan Semarang mengalami deflasi terendah sebesar 0,11 persen, dengan masing-masing IHK sebesar 139,54 dan 131,45.

Mengenai subkelompok tarif biaya pendidikan anak-anak yang mengalami inflasi di bulan Agustus, BPS mempunyai alasan tersendiri. Wiwik Juniarti, Kasi Statistik Distribusi menyatakan bahwa pada saat masuk sekolah di bulan Juli, tidak semua sekolah sudah memberikan informasi perubahan biaya. “Setelah sekolah masuk, biasanya baru ada rapat komite dan disepakati oleh orang tua murid, sehingga data masuk di bulan Agustus,” ujarnya.