Kudus Deflasi 0,07 Persen di Bulan September

 02-10-2018 15:31 WIB by Admin  45x    Ekonomi

KUDUS- Kabupaten Kudus mengalami deflasi sebesar 0,07 persen pada september 2018. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Statistik Distribusi, Wiwik Juniarti mewakili Kepala BPS Kudus dalam press release pada kamis (2/10).

Wiwik mengungkapkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, ikan lele dan tomat sayur. Deflasi terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan 0,61 persen. Daging dan hasilnya serta bumbu-bumbuan masih mendominasi deflasi pada kelompok tersebut. “Daging dan hasilnya deflasi sebesar 4,07 akan tetapi bumbu-bumbuan deflasi 4,01 memberi andil terbesar yaitu 0,11,” ujarnya.

Disisi lain inflasi terjadi pada beberapa kelompok komoditas. Diantaranya kelompok makanan jadi, minuman & tembakau  0,03 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,17 persen. Kelompok sandang 0,26 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,28 persen. Beras, kangkung, kentang, semen, dan rokok kretek filter, memberi sumbangan inflasi terbesar pada kelompok tersebut. “Rokok kretek filter mampu memberikan andil pada inflasi karena konsumsi yang cukup besar,” Ujar Wiwik.

Wiwik menyebutkan, efek melemahnya nilai rupiah bulan september menjadi penyebabkan inflasi pada komoditas yang membutuhkan bahan impor. Dirinya mengungkapkan, tahu dan tempe yang menggunakan kedelai impor mengalami kenaikan. Menurut survey yang dilakukan, pedagang menaikkan harga dengan cara mengurangi ukuran tempe dan menjual dengan harga yang sama. “Tahu, tempe yang menggunakan kedelai impor mengalami kenaikan, kenaikan terjadi di tingkat konsumen dengan cara mengurangi ukuran tempe dan menjualnya dengan harga yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu pada kelompok Kesehatan dan transpor, wiwik menyampaikan cenderung stabil. “Kelompok kesehatan dan transpor, komunikasi, jasa keuangan cenderung stabil atau tidak mengalami perubahan indeks sama sekali,” ungkapnya.