Inflasi Kudus Bulan Desember Seebesar 0,48 Persen

 03-01-2019 16:10 WIB by Admin  53x    Ekonomi

KUDUS- Pada Desember 2018, di Kudus terjadi inflasi sebesar 0,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,92. Angka ini lebih tinggi dari bulan November kemarin yang sebesar 0,29 persen. Hal tersebut berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus pagi ini (3/1).

Inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,94 persen. Lalu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,07 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen, dan kelompok sandang 0,19 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah telur ras, beras, pisang, bawang merah, dan daging ayam ras. Sebaliknya komoditas penahan laju inflasi terbesar adalah salak, minyak goreng, batu bata, emas perhiasan dan ikan bandeng.

Secara umum, pada bulan Desember, nasional mengalami inflasi sebesar 0,62 persen dan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,44 persen.

Di antara kota SBH di Jawa Tengah, Kota Surakarta mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,57 persen dengan IHK sebesar 129,30. Diikuti Kota Purwokerto, Kota Kudus, Kota Tegal, Kota Cilacap, dan Kota Semarang.

Sementara itu, laju inflasi Kudus tahun kalender (pada 2018) sebesar 3,11 persen. Angka ini lebih rendah dari nasional yang inflasinya sebesar 3,13 persen. Namun lebih tinggi dari Jawa Tengah yang sebesar 2,82 persen.

Selama tahun 2018, komoditas yang memberikan andil terbesar dalam inflasi Kudus adalah bensin, cabai rawit, rokok kretek filter, nasi dengan lauk dan bawang merah. Sementara andi terbesar dalam deflasi di Kudus yakni tarif SMA, beras, tomat sayur, kangkung dan kentang.