Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan, Bupati Buka Festival Hasil Tani

 03-05-2019 17:24 WIB by Admin  311x    Ekonomi

KUDUS – Bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari membuat harga pangan di pasaran mulai naik, untuk menyiasati hal ini, Bupati H.M. Tamzil membuka festival hasil tani di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jumat (3/5). Melibatkan kelompok tani & ternak secara langsung, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mengklaim produk yang dijual lebih murah dari harga pasaran saat ini. Adapun produk yang dihadirkan mulai dari aneka beras, aneka cabai, aneka bawang, jagung, susu kambing, daging kerbau, daging sapi, daging ayam ras, daging kalkun, telur, dan ikan lele.
 
Kudus merupakan kabupaten dengan jumlah produk pertanian selalu surplus, sehingga potensi tersebut jika terus didorong akan mampu menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui bidang pertanian dan peternakan. Karena itu, H.M. Tamzil akan terus mendorong hal tersebut dengan membina dan menjalin kemitraan dengan kelompok tani dan kelompok ternak melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. “Berharap sektor pertanian di Kabupaten Kudus memberi kontribusi PDRB ini tantangan kedepan, 7% masih dominasi industri dan keretek dari pertanian masih minim, saya berharap bahwa (festival) ini merupakan langkah awal,” ujarnya.
 
H.M. Tamzil berpendapat bahwa festival tersebut bisa jadi cikal bakal terbentuknya pasar agro di Kabupaten Kudus. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus untuk terus melanjutkan festival tersebut, selain untuk menstabilkan harga pangan juga untuk memamerkan produk – produk pertanian dan peternakan kepada masyarakat hingga investor. “Kedepan kalau ini bisa berlanjut bagus, karena ini adalah etalese produk-produk unggulan, untuk festival yang akan datang diperlebar lagi, dipublikasi di supermaket. Kami berharap transaksi tidak hanya dari masyarakat tapi grosir-grosir besar untuk dikomunikasikan ke perusahan-perusahaan di luar kudus,”
 
Adanya revolusi industri 4.0, H.M. Tamzil mengimbau para patani dan peternak untuk mengkuti perkembangan teknologi yang ada. Dirinya optimis apabila para petani dan peternak dapat menerapkan teknologi terkini, baik dalam proses produksi hingga pemasaran, maka kelak hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Kudus dapat lebih bersaing pada pasar nasional. “Upaya memberdayakan peran sekor pertanian perlu adanya teknologi aplikasi inovasi untuk meningkatkan nilai tambah” ucapnya.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengungkapkan festival tersebut pertama kalinya digelar dan akan rutin diselenggarakan enam kali pada tahun 2019 ini.  Pihaknya berharap dengan terselenggaranya festival tersebut dapat menyediakan sarana bagi produk pertanian lokal, memberi edukasi bagi petani dan peternak dalam pemasaran, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Kudus. “Diselenggarakan di halaman dinas mulai jam 7 sampai selesai, mengajak mitra kelompok tani dan ternak dibawah binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus,” pungkasnya.
 
Puluhan warga masyarakat langsung menyerbu dagangan dari berbagai kelompok pertanian dan peternakan, alhasil hanya dalam waktu setengah jam usai festival dibuka, produk pertanian berupa bawang berah, barang putih, cabai dan beberapa jenis beras putih kemasan 2 KG habis terjual. Beberapa konsumen terlihat membeli produk dalam jumlah banyak, disisi lain ada konsumen tidak mendapatkan produk yang diinginkan karena datang terlambat. Pihak produsen pun mengupayakan untuk menyetok kembali produk-produk yang habis untuk memenuhi animo warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok jelang ramadan.