Tanaman Kerot Dijadikan Olahan Makanan Bergizi Tinggi

 20-05-2014 02:09 WIB by Admin  2288x    Ekonomi

KUDUS - Pesatnya pertumbuhan industri modern tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern, dewasa ini. Namun pesatnya pertumbuhan industri modern ini harus diantisipasi mengingat hal ini menjadi salah satu aspek ancaman terhadap ketahanan pangan.

Salah satu kiat untuk menyiasati ancaman ketersediaan pangan ini dapat dilakukan dengan upaya diversifikasi pangan. "Kita harus membiasakan diri untuk mengolah makan pokok alternatif, selain makanan pokok dari beras," kata Kepala Sekolah Muhammad Nur Afit.

Di Indonesia, kata Afit, masih beruntung banyak sekali bahan pangan pengganti beras, seperti jagung dan ketela pohon. Selain itu masih ada berbagai macam umbi- umbian seperti ganyong, kerot dan gembili yang dapat direkayasa menjadi bahan makanan pokok.

"Salah satu hal yang penting dalam menunjang ketahanan pangan tersebut adalah harga bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Tanaman Kerot yang biasa ditemui diladang maupun disawah, ternyata mempunyai banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan Tanaman Kerot berjenis umbi-umbian itu bisa dijadikan olahan makanan pengganti tepung terigu.

SMK Nu Ma'arif 3 Kudus ternyata mampu mengolah tanaman kerot menjadi berbagai macam makanan yang bisa menyehatkan tubuh. Aneka olahan makanan dan minuman itu diantaranya berbagai macam olahan kue kering dan minuman segar dengan menggunakan bahan baku tanaman kerot jenis umbi-umbian.

Hasil karya tangan-tangan terampil siswa-siswi SMK Nu Ma'arif 3 Kudus, dipamerkan dalam ajang gebyar SMK Expo 2014 di alun-alun simpang tujuh Kudus selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (16/5) hingga Minggu (18/5) kemarin.

Nailis Sa'adah salah seorang Guru pembimbing mengatakan tanaman kerot dijadikan sebagai bahan makanan alternatif non beras non terigu ternyata bisa dijadikan sebagai olahan makanan yang mempunyai nilai jual tinggi.

"harga satu kilogram tepung terigu hanya 7500 rupiah, sedangkan harga tepung tanaman kerot mencapai 15 ribu rupiah dua kali lipatnya tepung terigu biasa. Hal ini bisa meningkatkan nilai jual olahan makanan itu dengan berbagai macam variasi,"jelasnya.

Lanjutnya, bagi siswa-siswi SMK NU Ma'arif 3 Kudus, potensi ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran siswa untuk bisa mengolah tanaman kerot menjadi olahan makanan yang sangat bernilai.

"kami juga bekerjasama dengan para orang tua wali murid, kebetulan orang tua walimurida para petani, bahan baku tanaman kerot didapatkan dari peran orangtua wali. Sedangkan untuk pengolahan kami beserta siswa-siswi dilibatkan supaya mereka mempunyai kreatifitas mengembangkan dan bisa menjadikan nilai tambah bagi mereka,"terang Nailis yang akrab dipanggil ibu Lilis.

Bahkan, disaat mendekati bulan ramadhan, dari kalangan orangtua wali murid juga lingkungan sekitar banyak yang memesan guna dijadikan sebagai makanan disaat hari raya lebaran nanti.

"dari hasil jual olahan makanan dan minuman berbahan baku tanaman kerot itu, hasilnya ditabung siswa, dan diambil setelah lulus. Diharapkan agar lulus siswa mempunyai modal tabungan untuk mandiri dan berkarya,"pungkasnya.

Berbagai macam aneka jenis kreasi olahan makanan yang dipamerkan pengganti bahan dasar non beras. Seperti nasi jagung, makanan pokok campuran jagung dan ketela pohon, es krim ketela rambat, aneka penganan dari ketela pohon dan jagung dan sebagainya. (sat/red)