Totalitas Bupati Kudus H. Musthofa Berdayakan Ekonomi Kerakyatan

 16-11-2016 17:24 WIB by Admin  242x    Ekonomi

Tinjau Perkembangan UMKM, Berikan Fasilitas Permodalan hingga Pemasaran

KUDUS-Ekonomi kerakyatan sesungguhnya ada di pundak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Itulah yang selalu  dikatakan Bupati Kudus H. Musthofa pada berbagai kesempatan. Ya, memang itulah yang pas untuk menyangga kekuatan ekonomi nasional dengan menggerakkan sektor-sektor domestik sesuai nawacita Jokowi-JK.

Sebagai kepala daerah, Musthofa tentu tidak ingin masyarakatnya hidup dalam kesulitan termasuk dalam hal perekonomian. Untuk itu, dirinya getol menggerakkan semua potensi masyarakat yang ada di Kudus ini. Bahkan, pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini ingin masyarakat Kudus benar-benar meningkat kesejahteraannya dengan upaya peningkatan produktivitas usaha.

Diakuinya, jiwa wirausaha masyarakat Kudus telah terbentuk sejak dulu. Itu merupakan warisan Kangjeng Sunan Kudus dengan filosofi Gusjigang-nya. Yaitu perilaku baik (bagus), gemar untuk terus belajar (ngaji), serta memiliki jiwa wirausaha (dagang). Maka, tidaklah salah apabila di Kudus banyak yang menjadi pengusaha dari pada menjadi karyawan.

”Kesejahteraan adalah sebuah pilihan. Bagi yang mau berusaha dengan kreativitasnya, tentu akan meningkat kesejahteraannya,” kata Bupati saat memantau perkembangan UMKM di wilayah kecamatan Jati dan Kota Kudus, Rabu (16/11).

Dikatakannya, bahwa kreativitas masyarakat di sebuah kabupaten yang berjumlah sekitar 800 ribu jiwa ini sangat tinggi. Dicontohkannya, hanya dengan melihat dan mengamati saja, orang Kudus mampu menciptakan produk baru sesuai tren yang saat ini sedang populer di pasar.
Hal itu bisa dilihat dari dompet souvenir produk Puji Hartono asal Desa Jatikulon, Jati. Menurut Bupati, produknya ini mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar. Tujuh karyawan yang dimiliki (beberapa ada yang ibu rumah tangga) ini membuktikan bahwa usaha mikro kecil merupakan lapangan kerja potensial bagi yang mau untuk berusaha.

”Di Kudus ini tidak ada orang yang nganggur. Tentu bagi yang mau berusaha. Bahkan ibu-ibu ini juga produktif menghasilkan produk bagus seperti ini,” imbuh bupati sambil menunjukkan produk dompet souvenir.

Ke depan, Pak Bupati akan memfasilitasi pemasaran produk hingga lebih luas. Jika selama ini pemerintah daerah memfasilitasi pemasaran dengan menggelar ekspo di tingkat nasional, maka dirinya bercita-cita mengenalkan produk-produk ini hingga ke pasar internasional.

Fasilitas kredit tanpa jaminan berupa kredit usaha produktif (KUP) benar-benar membantu permodalan usaha mikro kecil. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Puji. Kalau dulu dirinya dengan modal terbatas hanya bisa membali bahan baku eceran, kini bisa membeli dalam jumlah besar. Sehingga untungnya semakin besar.

”KUP ini benar-benar mendongkrak peningkatan produktivitas usaha saya. Bahkan dalam jangka waktu 1,5 tahun pinjaman saya sudah lunas,” aku Puji yang merasakan pinjaman KUP sebesar Rp. 20 juta.

Puji berharap, pinjaman semacam ini bisa dirasakan secara lebih luas. Bukan hanya di Kudus saja. Karena menurutnya, ini akan semakin meningkatkan kesejahteraan para pelaku bisnis yang terkendala permodalan dan terhambat dengan kepemilikan jaminan. Apalagi, proses KUP diakuinya cepat, mudah, tanpa potongan biaya, serta bunga ringan.


Kemudahan dan fasilitas Pemda juga dirasakan oleh Arif salah seorang pengusaha jilbab dari Desa Janggalan, Kota Kudus. Usahanya ini dirintis sejak tahun 2008. Jatuh bangun dirasakannya hingga dirinya mendapat fasilitas/bantuan dari Pemerintah Daerah.

Hingga produk jilbabnya yang original hasil kreasinya bersama istrinya ini terus semakin meluas pemasarannya. Yaitu dengan mengikuti berbagai even pameran di dalam dan luar daerah. Bahkan, kini para customer luar daerah telah mengenali dan mengakui orisinalitas produk asal Kudus ini.

”Berkat bantuan dari Pak Bupati, kini usaha saya terus berkembang. Bahkan pemasaran saya kini telah merambah kota-kota besar di Jawa bahkan sampai Aceh,” terang Arif didampingi istrinya.(rg)