PKL Se-Jawa Tengah Daulat Musthofa Menjadi Pembina

 06-01-2017 16:50 WIB by Admin  461x    Ekonomi
Pada Peringatan Hari Jadi Ke-3 PKL Kudus

KUDUS-Ekonomi kerakyatan yang ditopang keberadaan para pelaku usaha di level grassroot adalah kekuatan ekonomi nasional yang sesungguhnya. Demikian yang pada beberapa kesempatan disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa. Termasuk disampaikannya pada peringatan hari jadi pedagang kaki lima (PKL) Kudus ke-3 tahun 2017 ini, Kamis (5/1).

Bertajuk gebyar PKL ini, ratusan PKL diberikan kebebasan untuk berjualan di jantung kota Kudus. Lho kok? Iya, mereka diberi kesempatan berjualan pada hari istimewanya ini. Tepatnya di simpang tujuh dan beberapa jalan utama di Kudus. Diantaranya Jalan A Yani, Jalan Lukmonohadi, Jalan Ramelan, dan Jalan Sunan Kudus.

PKL seolah menemukan surganya di kota kretek ini. Sebagai motor penggerak ekonomi, mereka berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Kudus memberikan mereka perhatian yang luar biasa. Hari jadi, pembagian gerobak gratis, serta penataan tempat berjualan memberikan kenyamanan untuk mereka.

Pada peringatan tahun ini, berbeda dari tahun sebelumnya. Ratusan PKL dari seluruh daerah di Jawa Tengah turut hadir di Kudus. Mereka merasa iri dengan perhatian yang diberikan bupati Kudus. Keinginan mereka adalah bisa merasakan fasilitas dan kenyamanan sebagaimana di Kudus.

Sebagaimana dikatakan Bisri, PKL asal Kendal yang mewakili suara rekan-rekannya dalam forum PKL Jawa Tengah ini. Yaitu  mereka mendaulat Pak Musthofa Bupati Kudus agar bersedia menjadi bapak-nya para PKL. Bukan hanya PKL di Kudus saja, melainkan untuk PKL se-Jawa Tengah.

”Kami mendaulat Pak Musthofa untuk menjadi pembina kami, menjadi bapak kami bagi PKL seluruh Jawa Tengah,” kata Bisri sore itu.

Hal ini diamini oleh Adi budianto (32) PKL asal Banyumas. Dikatakannya, di Banyumas dirinya tidak memiliki kenyamanan dalam berjualan. Apalagi fasilitas dari pemda. Oleh karenanya, dirinya melihat teman-temannya yang menjadi PKL di Kudus ini sangat istimewa.

Menanggapi hal ini, Bupati Kudus menyatakan kesediaannya untuk memenuhi keinginan mereka. Karena ketua harian ISEI Cabang Semarang ini ingin seluruh masyarakat bisa meraih kesejahteraan. Tugas pemerintah, menurutnya, adalah hadir untuk memfasilitasi para PKL menjadi lebih maju.

”Bahkan saya ingin nantinya para PKL ini bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses,” harap Bupati yang kini menjadi pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.

Peringatan hari jadi ketiga tahun menjadi sangat istimewa dengan adanya jaringan bisnis yang lebih luas. Maka, bupati berharap mereka mampu menunjukkan rasa percaya diri yang baik dengan didorong semangat yang kuat.

”Yang tak boleh dilupakan, para PKL ini harus jujur. Ini kunci penting dalam sebuah keberhasilan termasuk dalam berdagang,” pesan bupati yang kini menyelesaikan program doktoral di Undip ini.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya bersama DPRD dan seluruh forkopinda selalu ingin situasi kondisi di Kudus selalu aman dan kondusif. Sehingga masyarakat memiliki ruang untuk berkreasi dalam berbagai hal. Termasuk dalam penentuan kebijakan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat.

”PKL ini memiliki peran penting bagi penopang ekonomi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.(rg)