Bupati Kudus Akan Berikan Subsidi Asuransi Gagal Panen

 31-01-2017 22:32 WIB by Admin  440x    Ekonomi
Gelar ‘Pleno’ dengan Para Petani di Sawah


Bupati Kudus H. Musthofa berbaur dengan para petani di Undaan Lor (Foto:Rochizio)



KUDUSNEWS.COM, Kudus - Memimpin sebuah daerah adalah sebuah seni. Para kepala daerah membangun komunikasi dengan warganya dengan cara yang berbeda. Bagaimana dengan Bupati Kudus H. Musthofa? Dirinya senantiasa ingin selalu dekat  masyarakat. Dari kalangan manapun dirangkulnya, termasuk para petani.



Sebagaimana yang berlangsung di persawahan Desa Undaan Lor, Undaan, Selasa (31/1), Bupati Kudus tampak sangat akrab bisa membaur dengan para petani. Didampingi forkopinda, ketua DPRD, dinas terkait, camat, dan kepala desa, Pak Bupati juga menikmati jajan dan makan siang menu kuliner khas yang sederhana.



Hangat dan merakyat, Bupati yang juga bapak-nya PKL Jawa Tengah ini rembug bareng dengan para petani dan gapoktan. Semuanya ingin didengarnya secara gamblang semua persoalan untuk dicari solusi bersama. Salah satunya adalah permasahalan yang disampaikan salah seorang petani mengenai asuransi gagal panen.



Tentu saja, bupati yang juga ahli dalam bidang asuransi ini bisa memberikan solusi bersama. Dirinya ingin seluruh masyarakatnya bisa semakin sejahtera. Tak terkecuali petani. Karena akan menjadi sebuah ironi manakala Kudus bisa swasembada beras tetapi kesejahteraan petani belum seperti yang diharapkan.



”Saya hanya berharap bahwa swasembada beras di Kudus ini harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan petani,” kata Bupati di hadapan ratusan petani dan gapoktan siang itu.



Oleh karenanya, dirinya selalu melibatkan para petani dalam segala persoalan terkait dengan pertanian. Agar petani ini bisa menjadi subjek terkait semua kebijakan untuk para petani. Inilah yang selalu didengarnya dari semua para petani.



”Saya ingin memberikan keringanan bagi para petani dengan membebaskan biaya premi asuransi gagal panen,” tegasnya di hadapan para petani di Undaan dengan lahan seluas kurang lebih 5.000 Ha ini.



Untuk mempercepat realisasi gagasannya ini, dirinya akan segera meminta pendataan yang valid mengenai data luas lahan, pemilik, serta data mengenai jumlah buruh tani. Sehingga tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran. Maka, bupati ingin ada keterbukaan dari semua pelaku, didukung dengan  kebijakan yang berpihak pada petani, serta konsistensi gapoktan.



”Selalu saya katakan, semua harus sesuai prinsip 4T. Baik untuk bantuan bibit, bantuan pupuk, maupun untuk asuransi ini,” pesan Bupati yang juga seorang pengusaha dan menjadi pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.



Untuk menjaga stabilitas harga, bupati akan mengoptimalkan fungsi gudang-gudang yang ada. Nantinya gudang-gudang itu dioptimalkan menyimpan hasil panen para petani dan kerja sama dengan bulog. Agar nantinya harga padi bisa mencapai harga jual yang optimal.



Pada kesempatan tersebut bupati berkesempatan memanen padi dengan alat modern yaitu combine harvester. Alat ini asli buatan Kudus. Bisa memanen dalam waktu satu jam untuk lahan seluas 0,8 Ha. Tentunya ini akan mempercepat dan mempermudah panen para petani.



”Tetapi saya berpesan, adanya alat ini jangan membuat para tenaga kerja kehilangan pekerjaan. Ini bagus, silakan digunakan tetapi juga tenaga kerja para buruh tani jangan ditinggalkan,” pesannya.(*)