Visualisasi Dhandhangan, Bupati Ajak Masyarakat Sambut Ramadan dengan Penuh Rasa Syukur

 05-05-2019 20:57 WIB by Admin  299x    Budaya

KUDUS - Beduk ditabuh sebagai tanda acara Visualisasi Dhandhangan berakhir, sekaligus tanda bulan Ramadan telah tiba. Bupati Kudus H.M. Tamzil didampingi wakil bupati H.M. Hartopo, Plt Kepala Disbudpar, dan unsur Forkopimda menabuh beduk disaksikan ratusan masyarakat yang memadati alun-alun simpang tujuh Kudus, Minggu (5/5) sore. H.M. Tamzil mengajak masyarakat Kudus menyambut Ramadan dengan gembira dan penuh rasa syukur.

Ramadan yang dinanti akhirnya kembali. H.M. Tamzil menyebut harapan masyarakat Kudus untuk bertemu Ramadan tahun ini telah tercapai. Oleh karena itu, pihaknya menyerukan masyarakat untuk mengucap syukur atas datangnya bulan suci Ramadan. “Mari sambut Ramadan dengan senang hati dan syukur. Barangkali saat ini ada masyarakat Kudus yang sedang punya masalah, semoga masalah-masalah kita diselesaikan Allah SWT. Semoga semua masyarakat baik yang muda maupun yang tua diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini,” harapnya.

H.M. Tamzil juga meminta agar masyarakat ikut berbagi kebahagiaan Ramadan dan Idul Fitri pada sesama. Paling tidak, berbagi kebahagiaan dengan menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim. “Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadan perlu kita bagi dengan sesama. Misalnya dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim. Kalau perlu, kita belikan baju baru untuk menyambut Idul Fitri,” ujarnya.

Pertunjukkan Visualisasi Dhandhangan digelar sebagai bentuk upaya melestarikan tradisi Kudus dan menandai masuknya bulan puasa. H.M. Tamzil menyebut diadakannya tradisi Dhandhangan mengingatkan masyarakat Kudus pada masa lampau. Pada zaman kasunanan, masyarakat berkumpul di Menara untuk menyaksikan pemukulan beduk oleh Sunan Kudus. Bunyi "dhang-dhang-dhang" pada beduk yang ditabuh akhirnya mengilhami nama Dhandhangan. Kini Dhandhangan berkembang menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat Kudus ketika Ramadan tiba. "Visualisasi Dhandhangan merupakan bentuk nguri-uri tradisi Kudus," tuturnya.

Sementara itu, Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Rahmah Hariyanti menyampaikan tradisi Dhandhangan telah menjadi tradisi masyarakat Kota Kretek dalam menyambut Ramadan. "Melalui pertunjukkan Visualisasi Dhandhangan, kami menyajikan hiburan kepada masyarakat Kudus sekaligus edukasi sejarah tradisi Dhandhangan," ujarnya.

Pertunjukkan diawali dengan iring-iringan terbang papat dan tari Gusjigang dari Sanggar Tari Puring Sari. Dilanjutkan dengan penampilan Arie Koesmiran melantunkan selawat yang menambah meriah acara. Acara ditutup dengan sajian teatrikal Visualisasi Dandhangan yang diperagakan oleh teater Jangkar Bumi dan Ligan Culture Comunnity.