Semangat Hari Jadi, Semangat Kudus Terus Berinovasi

 23-09-2016 16:16 WIB by Admin  1446x    Budaya

Seluruh elemen masyarakat Kudus mengikuti Apel peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke 467 (foto:Rochizio)

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Setelah acara pembuka peringatan hari jadi Kudus Ke-467 dengan tahlil, tepat di hari ulang tahunnya, digelar apel hari jadi. Apel ini dipimpin oleh Bupati Kudus H. Musthofa dan berlangsung di alun-alun simpang tujuh, Kudus, Jumat (23/9) pagi.

Upacara yang sangat kental dengan adat budaya Kudus ini dihadiri ribuan peserta dari seluruh unsur masyarakat. Mulai dari para pelajar, mahasiswa, pegawai, pegawai, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Termasuk para pejabat dan forkopinda semuanya mengenakan pakaian adat Kudusan.

Pada sambutannya, Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa Kudus ini adalah milik bersama. Maka dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kudus. Apel pagi itu merupakan wujud kebersamaan antara pemimpin dengan rakyatnya.

"Sambutan saya pada apel kali ini, merupakan ajang pemimpin untuk lapor pada rakyat Kudus," kata Pak Bupati.

Makna hari jadi, menurutnya, adalah sebagai momentum perubahan untuk Kudus religius yang kreatif dan inovatif semakin untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera. Hasil upaya jerih payah para pemimpin  terdahulu dihargai dan diapresiasi.

"Apa yang belum dilakukan, kami berupaya melakukan. Yang sudah ada kami berusaha sempurnakan untuk lebih baik," imbuhnya.

Wujud menghargai para bupati di Kudus terdahulu yaitu dengan dibacakannya para adipati/bupati sejak era sebelum kemerdekaan hingga sekarang pada apel pagi itu. Tentunya selama menjabat, para kepala daerah di Kudus itu telah melakukan upaya yang terbaik.

Secara umum, Bupati telah memberikan layanan bagi masyarakat secara penuh. Mulai orang lahir hingga meninggal, pemerintah hadir untuk mengurus itu semua. Secara konkrit yang jelas nyata manfaatnya yaitu bidang kesehatan dan pendidikan. Selain berbagai program pro rakyat yang lain tentunya.

Berbagai inovasi terus dilakukannya untuk masyarakat Kudus. Wajib belajar 12 tahun menegaskan bahwa Kudus adalah paku buminya pendidikan. Tugas kepala daerah adalah mengantarkan anak bangsa sebagai generasi penerus meraih masa depan yang lebih baik untuk membangun bangsa.

"Kalau sekarang ramai diperbincangkan fullday school, saya akan buat program belajar bagi siswa 24 jam. Artinya belajar jangan hanya formal di sekolah saja," imbuhnya kepada awak media sesuai apel.

Ya, Kudus saat ini sedang menggagas cybercity. Dengan konsep ini, akan lebih mengoptimalkan informasi dan pelayanan publik. Karena semua terintegrasi dalam sebuah aplikasi yang bisa diakses mudah oleh seluruh masyarakat.

"Termasuk di dalamnya yaitu sipintar yang akan memudahkan akses guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran," lanjutnya.

Membangun Kudus butuh partisipasi semua pihak. Masyarakat ataupun pemimpin semuanya memiliki peran masing-masing. Yang terpenting adalah kebersamaan dalam suasana persaudaraan dalam masyarakat yang beragam. Sebagaimana toleransi yang dicontohkan oleh Kanjeng Sunan Kudus.

"Bagi para pemimpin, jangan pernah bosan, jangan pernah berhenti, dan jangan putus asa, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Negara dan bangsa ini akan hebat, diawali dengan desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi yang hebat dan kuat pula," pungkasnya.(rg)