Wisata Edukasi ala Kang Musthofa

 03-02-2017 15:54 WIB by Admin  749x    Budaya
Pendopo Kabupaten Rumah Rakyat yang Sarat Sejarah



Bupati Kudus mengajak siswa-siswi melihat-lihat pendopo Kabupaten Kudus (foto:Rochizio)

 

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Pendopo kabupaten Kudus dan rumah dinas Bupati Kudus yang beralamat di Jalan Simpang Tujuh Nomor 1 Kudus ini, masuk wilayah Desa Demaan, Kota Kudus. Bangunannya terdiri dari bahan tembok kuno dan kayu jati ukir yangberdiri pada abad XV dan hingga kini masih terawat dengan baik.

 

Bangunan bersejarah ini milik pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Kudus diawali  pada abad XIX. Saat itu, kabupaten (Regentschap) Kudus dibentuk berdasarkan keputusan Gubernur Hindia belanda pada tahun 1819. Diangkat sebagai Bupati (Regent) pertama adalah Kyai Raden Adipati Tumenggung Pandji Padmonegoro tahun 1820.

 

Bupati Kudus H. Musthofa yang memimpin wilayah ini sekarang menjaga kelestarian bangunan dan menjadikan pendopo kabupaten sebagai rumah rakyat. Artinya, Bupati selalu menerima kedatangam seluruh lapisan masyarat untuk menyampaikan aspirasinya.

 

Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa dirinya akan selalu menjaga warisan (heritage) budaya ini dengan baik. Bagaimana pun ini adalah sesuatu yang sangat mahal dan tidak bisa diukur secara nominal karena nilai hostorisnya.

 

”Heritage ini harus tetap ada dan terjaga dengan baik. Karena ini sangat bersejarah sebagai kebanggaan semua masyarakat Kudus,” kata Bupati yang akrab disapa Kang Musthofa saat menyambut dan menemani ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Kudus, Rabu (1/2) pagi itu.

 

Pagi itu mereka tampak ceria dan gembira bermain di pendopo Kabupaten Kudus. Mereka dengan bebas bisa bermain di halaman belakang pendopo yang menyatu dengan rumah dinas Bupati Kudus ini. Bahkan mereka bisa menikmati buah rambutan yang tumbuh di sana. 

 

Lelah bukan menjadi masalah. Anak-anak tetap bersemangat melanjutkan perjalanan wisata edukasinya itu ke dalam pendopo. Anak-anak menikmati betul bangunan yang sudah ratusan tahun berdiri ini. Gebyok ukir berbahan kayu jati masih terjaga dengan baik. Bahkan, mereka boleh lho masuk ruang kerja bupati. 

 

Kenali, cintai, Kudus. Alam, budaya, dan pariwisatanya. Itulah tagline wisata di Kudus. Sejak dini anak-anak harus kenal dengan budaya Kudus. Maka menjadi sebuah kesempatan berharga bagi siswa-siswi SD tersebut pagi itu yang bisa mengenal secara langsung pendopo kabupaten ini sebagai warisan bersejarah di Kudus itu.

 

Merekalah yang nantinya bisa mewarisi dan akan meneruskan membangun Kudus, serta bisa menghargai warisan para pendahulu. Kang Musthofa menjadikan pendopo ini sebagai pusat edukasi yang mampu memberikan inspirasi bagi anak-anak.

 

”Untuk bisa membangun Kudus lebih maju pada masa depan, modal awalnya harus bisa mengenal segala hal tentang Kudus”, kata Bupati yang menyebut kunjungan anak-anak ini sebagai wisata edukasi.

 

Senen Budiarto, M.Pd., Kepala SD yang mendampingi para siswa sangat berterimakasih mendapat kesempatan berkunjung ke pendopo.

 

"Maturnuwun, Pak Bupati, kami senang Bapak sendiri yang menerima kami. Bapak sangat ramah dan sabar melayani pertanyaan anak-anak yang polos ini. Bahkan terkadang menggelikan”, ujar Senen.(rg)