Serah Terima Bangunan PBG, Bupati Komitmen Majukan SDM Guru

 03-05-2019 19:49 WIB by Admin  375x    Pendidikan

KUDUS – Jumat (3/5) pagi berlangsung prosesi serah terima bangunan Pusat Belajar Guru (PBG) antara Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio dengan Bupati Kudus H.M. Tamzil. Djarum Foundation sebagai pihak pertama atau penyumbang fasilitas bangunan menyerahkan bangunan meliputi kelas tempat belajar sisi utara, kelas tempat belajar sisi selatan, kantor pengelola, dan sarana penunjang kepada pihak kedua yakni pemerintah daerah.
 
H.M Tamzil mengungkapkan walaupun baru menjabat sebagai bupati selama 7 bulan, namun telah mengikuti perkembangan PBG sejak awal dibangun hingga kini. “Kami selaku kepala daerah pemangku kepentingan disini terus mendukung dan bagaimana bisa sharing dalam kegiatan memajukan pendidikan Kabupaten Kudus, ada pusat belajar guru, ada SMK vokasi yang sudah dibantu Djarum Foundation, dan sekarang masuk ke PAUD,” ujarnya. 
 
Sebagai bentuk apresiasi kepada Djarum Foundation, H.M. Tamzil juga berkomitmen untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dalam upaya peningkatan SDM guru serta merawat dan memelihara fasilitas yang ada. Untuk itu, dirinya berpesan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Kudus untuk menganggarkan lewat APBD khusus untuk perawatan PBG. “Disusun mulai dari pemeliharaannya, kebersihannya, itu yang paling penting, selain lampu mati, stop kontak rusak, kran rusak dan sebagainya yang prioritas,” jelasnya.
 
Dirinya menambahkan bahwa telah memperkirakan kisaran APBD yang akan dianggarkan untuk perawatan PBG pada 2020 kelak. “Idealnya kalau kira-kira bangunan ini habis 15 M paling tidak tiap tahunnya kita siapkan dana paling tidak 5% untuk pemeliharaan, paling tidak 750 juta per tahun untuk maintenance memperbaiki alat-alat yang rusak,” imbuhnya.
 
Felicia sebagai salah satu inisiator Djarum Foundation dalam membangun PBG mengaku sangat bangga melihat manfaat PBG bagi dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Kudus. “Hari ini berdiri disini melihat tidak hanya terbangun tapi programnya sudah berjalan dengan sangat aktif, ada banyak guru dari seluruh jenjang yang mengunjungi pusat belajar guru, saya merasa syukur sekali karena melihat proses dari awal dan kerja keras dari semua pihak yang berkontribusi ada hasilnya,” ungkapnya.
 
Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah kooperatif, baik dalam pembagunan fisik hingga pembagunan program - program kegiatan PBG. “Kami berterimakasih sekali atas kerjasama yang baik dengan pemerintah Kabupaten Kudus dari akhir 2016 november waktu merintis bersama bagaimana perkembangan profesional guru secara berkelanjutan, bagaimana kita bisa melakukan kemitraan publik dan swasta ini untuk mendukung para guru-guru,” ujarnya.
 
Pihaknya telah mendapat laporan bahwa telah lebih dari 1000 guru yang telah dilatih melalui PBG sampai saat ini. Meski demikian, pihaknya terus menanti adanya dampak positif dari program - program PBG terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Kudus. “Serah terima ini bukan sekedar sumbangan, melainkan investasi yang dibuat dengan ekspektasi ada suatu hasil, ada kinerja dari pusat belajar guru yang berdampak langsung untuk peningkatan profesionalisme guru,” pesannya. 
 
Sementara itu, Joko Susilo berpendapat dengan adanya PBG sebagai wadah guru akan mampu menghasilkan guru yang profesional apabila program kegiatan rutin dilaksanakan. “Gedung yang sudah dibuat ini harus digunakan sebaik-baiknya, penjadwalan setiap hari harus ada kegiatan, ada manfaatnya untuk peningkatan SDM di Kabupaten Kudus terutama guru-guru,” ucapnya. Diharapkan guru yang telah mendapatkan pelatihan dari PBG siap menghadapi perubahan kurikulum maupun metode pembelajaran di masa mendatang.