Bupati Kudus Gagas All Day School Bersama Sipintar

 28-09-2016 17:39 WIB by Admin  2603x    Pendidikan

Bupati Musthofa menunjukan aplikasi Si Pintar kepada pelajar SMPN 1 Kudus (foto:Rochizio)

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Kudus paku buminya pendidikan. Itulah yang teringat di benak kita manakala bicara mengenai dunia pendidikan di Kudus. Tepatnya, sejak dilantik di periode pertamanya tahun 2008 lalu, Bupati Kudus H. Musthofa mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Gagasan inilah yang mengantarkan Kudus meraih Satyalancana Pembangunan Bidang Pendidikan di tahun 2010 dari Presiden RI.
Untuk lebih meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan di Kudus, Pak Bupati terus dan selalu melakukan inovasi. Gagasan cemerlang dan ide cerdasnya tertuang dalam berbagai program untuk masa depan anak-anak bangsa ini. Yang sudah secara nyata dirasakan adalah adanya beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu. Bahkan kini, semua siswa di SD sampai SMA/SMK negeri digratiskan dengan biaya APBD.
Tepat di hari jadi Kudus yang ke-467 tahun 2016 ini, gagasan kembali muncul. Sipintar segera hadir untuk siswa-siswi di Kudus. Adalah singkatan sistem informasi pendidikan nusantara. Yaitu sebuah aplikasi yang mengintergrasikan tiga subjek. Yaitu peran pengajar/guru, peran siswa/siswi, dan perang orang tua/wali murid.
”Dengan aplikasi sipintar ini, saya canangkan siswa bisa belajar secara menyenangkan selama 24 jam. Bukan hanya konsep full day school, tetapi all day school,” kata Bupati Kudus saat hadir di SMP 1 Kudus, Selasa (27/9).
Pengertian belajar penuh sepanjang hari ini, bukan berarti siswa belajar 24 jam di sekolah. Melainkan siswa bisa belajar melalui gadget ataupun laptop yang terkoneksi dengan sistem ini. Sedangkan jam belajar di sekolah tetap sesuai aturan yang ada. Sisanya, ketika di rumah atau di manapun, siswa tetap bisa belajar secara online.
”Nantinya siswa bisa belajar kapan pun dan di mana pun bersama sipintar ini. sehingga tidak ada batasan tempat dan waktu. Sedangkan orang tua siswa bisa mengakses apa saja yang diajarkan ke siswa termasuk tugas-tugas yang diberikan,” tambahnya.
Lebih lanjut Pak Bupati yang kaya gagasan ini memunculkan idenya berangkat dari berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan. Kurang optimalnya komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah menjadi salah satu persoalan tersebut. Dengan sipintar, orang tua bisa mengontrol pendidikan anaknya secara lebih maksimal.
”Harapan saya, anak-anak nantinya tidak lagi bawa-bawa buku. Tetapi lebih simpel dengan gadget,” imbuhnya.
Manfaat lain sipintar, bagi guru bisa mengontrol dan memacu hasil belajar siswa. Analisis hasil belajar serta kemudahan dalam pembuatan tugas serta penilaian bisa dilakukan di manapun. Bagi siswa sendiri bisa lebih mudah dalam menerima hasil belajar termasuk segala informasi dari sekolah.
Untuk penerapan aplikasi ini, siswa sama sekali tidak dipungut biaya. Bahkan bupati meyakini, bahwa sipintar ini nanti bisa menjadi rujukan nasional. Karena berbagai manfaatnya yang besar bagi siswa dan dunia pendidikan. Di era digital ini, tambahnya, semua ada di genggaman.
”Dengan aplikasi karya asli anak Indonesia ini, saya berharap bisa memajukan dunia pendidikan di Kudus dan untuk kemajuan bangsa ini,” pungkasnya.(rg)