Musthofa Ajak Mahasiswa Agar Tidak Berpikir Normatif

 19-12-2016 20:44 WIB by Admin  838x    Pendidikan

SEMARANG - Untuk memberi motivasi bagi mahasiswa, BEM FE Unnes mengadakan talkshow nasional dengan tema Pemimpin Inovatif Penggerak Pembangunan Bangsa Demi Bangsa Mandiri". Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini digelar di auditorium Unnes, Semarang, Sabtu (17/12).

Pada acara yang mendapat apresiasi dari para mahasiswa ini menghadirkan Bupati Kudus H. Musthofa, SE, MM, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, Bupati Purbalingga yang diwakili Kepala Bappeda Kushartadi, dan Walikota Semarang yang diwakili Kabag Kerjasama Harnowo.

Talkshow ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak hanya berkutat pada ilmu akademis saja. Melainkan menyerap ilmu implementatif dari para praktisi yang telah berpengalaman. Wakil dekan II FE Unnes Amir Mahmud, S.Pd, M.Si membuka talkshow ditandai dengan pemukulan gong.

Mahasiswa harus mampu menunjukkan kualitasnya dengan meraih IPK setinggi-tingginya ketika lulus kuliah. Karena inilah tanggung jawab utama mahasiwa sebagai bukti hasil belajarnya selama di perguruan tinggi. Demikian dikatakan Bupati Kudus H. Musthofa

Selain itu, tentu harus diimbangi dengan kualitas diri yang baik. Bahkan, bupati yang juga dipercaya menjadi pembina forum UMKM Jawa Tengah ini mengajak mahasiswa untuk memulai belajar menjadi seorang pengusaha.

"Agar tidak selalu bergantung (minta sangu, red) pada orang tua, adik-adik ini bisa memulai berwirausaha" kata bupati yang juga ketua harian ISEI Cabang Semarang ini.

Oleh karenanya, bupati yang kini menyelesaikan program S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip dengan konsentrasi administrasi bisnis ini mengajak mahasiswa hanya tertutup pada pikiran yang normatif. Apalagi zaman ini terus berubah.

"Tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Maka, kita semua harus berpikir liar untuk bisa memenangkan kompetisi kehidupan," tambahnya.

Lebih lanjut bupati yang baru saja terpilih sebagai CEO inspiratif di Jawa Tengah ini memaparkan tanggung jawab pemerintah. Yaitu untuk menyejahterakan rakyatnya dengan berbagai upaya di semua bidang. Bahkan dengan bekal transparansi publik, bupati Kudus mampu mendapatkan kepercayaan dan partisipasi dari masyarakat.

"Termasuk adanya peran dari pihak perusahaan yang turut memajukan dunia pendidikan kejuruan berkelas internasional di 14 SMK di Kudus," katanya.

Menurutnya, semua ini merupakan wujud, bahwa negara wajib hadir untuk memberi solusi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan kiprah mahasiswa tetap dinantikan ketika lulus. Yaitu untuk mengaplikasikan ilmu dan mengabdikan diri untuk masyarakat.

Sementara itu, Mirna mengajak mahasiswa memiliki kesadaran untuk membangun daerahnya. Karena kalau tidak dari bangsa sendiri akan dikuasai asing. Termasuk program kesehatan dengan program one village one doctor. Harnowo dan Kushartadi memotivasi mahasiswa untuk memiliki semangat menatap masa depan.(rg)