Bupati Kudus Berikan Rahasia Sukses Berwirausaha di Unisbank

 24-01-2017 18:49 WIB by Admin  1008x    Pendidikan
 
SEMARANG-Jalan menuju sukses ada kalanya terjal, berliku, penuh tantangan, tetapi jalan itu ada. Hanya bagi yang ulet dan gigih serta bisa berkreasi, yang mampu menemukan jalan itu dan menuju sebuah titik kesuksesan. 
 
Kesuksesan itu sendiri ada beberapa rahasia untuk menggapainya. Sebagaimana disampaikan Bupati Kudus dalam talkshow di Unisbank, Semarang, Sabtu (14/1). Acara ini digelar dalam rangkaian Unisbank Young Entrepreurship Award (uyea) #2 yanf merupakan lomba inovasi wirausaha bagi anak SMA/SMK Se-Jawa Tengah.
 
Hadir sebagai pembicara lain yaitu Kukrit SW Ketua Kadin Jateng dan Pujiono Direktur Kredit Bank Jateng. Acara yang diikuti ratusan siswa-siswi ini dibuka oleh Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak SH CN MM.
 
Dikatakan oleh bupati, bahwa modal penting berwirausaha yaitu memiliki passion. Yaitu menjiwai sepenuh hati mengenai usaha yang ditekuninya. Selain itu juga harus bekerja keras.
 
"Berwirausaha nggak boleh malas. Harus gigih dan bekerja keras," kata bupati yang jadi Pembina Forum UMKM dan Bapak PKL Se-Jawa Tengah ini.
 
Lebih lanjut bupati mengatakan, bahwa kunci sukses lain adalah fokus. Karena fokus pada satu hal akan membuahkan hasil yang lebih baik. Karena pikiran tidak terbagi pada banyak hal.
 
Tak kalah pentingnya yaitu motivasi. Hal inilah yang akan memberikan spirit tersendiri dalam melakukan berbagai upaya. Ide dan kreativitas juga menjadi modal penting selanjutnya. Karena kreativitas akan melahirkan produk baru yang berbeda.
 
"Inilah pentingnya untuk berpikir liar. Harus bisa membuat yang berbeda. Jangan hanya berpikir normatif," imbuh ketua harian ISEI Semarang ini.
 
Potensi diri juga harus dikembangkan. Maka semangat untuk terus belajar harus terus dijaga. Karena zaman terus mengalami perubahan. Jika tidak mengikuti perkembangan bersiaplah untuk tidak menjadi pemenang kompetisi kehidupan.
 
"Hidup adalah kompetisi. Teruslah belajar agar tidak menjadi pemilik masa lalu," pesannya.
 
Sementara itu, Kukrit SW memberikan motivasi bagi siswa-siswi yang hadir. Dikatakannya, di dunia yang global ini tidak ada lagi batasan dari negara manapun. Termasuk menghadapi MEA ini, masyarakat harus siap dengan kreativitasnya untuk itu semua. 
 
"Menjadi pengusaha itu yang paling bagus. Agar bukan menjadi pencari kerja, tetapi sebagai pencipta lapangan kerja," kata Kukrit.
 
Hal senada dikatakan oleh Pujiono. Dirinya mendorong agar pelaku usaha terus berkembang. Termasuk siswa-siswi yang kini menjadi calon pengusaha ini. Pihaknya mendukung berkembangnya UMKM berbagai fasilitas kredit modal usaha yang ada. Harapannya, semua bisa meningkat kesejahteraannya.(rg)