Bupati Kudus Berikan Surat Teguran Bagi Pengelola Swalayan yang Abai Prokes

 12-05-2021 19:24 WIB by Admin  90x    News

KUDUS - Sehari menjelang Lebaran Idulfitri 1442 H, Bupati Kudus H.M. Hartopo kembali melakukan sidak (inspeksi mendadak) di beberapa pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus untuk meninjau kembali penerapan protokol kesehatan yang diterapkan pihak pengelola, diantaranya pembentukan satgas covid. Bupati Kudus memulai kunjunganya di Ramayana siang ini, Kamis (12/05/2021).
 
Kekecewaan nampak dari raut wajah H.M. Hartopo ketika dirinya mengetahui tidak tertatanya satgas yang disiapkan oleh pihak pengelola.
 
"Penempatan satgas yang tidak benar saya lihat di Ramayana, satgasnya tidak efektif baik yang diluar maupun yang didalam. Tidak ada satgas yang standby mengawasi para pengunjung terkait prokesnya," terangnya.
 
Untuk kesekian kalinya, pihaknya pun mengingatkan kembali terhadap pengelola agar memperhatikan betul terkait penerapat protokol kesehatan.
 
Sidak berlanjut di ADA Swalayan, disana juga ditemui pengunjung yang masih tidak mengenakan masker saat berada didalam lingkungan swalayan.
 
"Untuk di ADA ini, saya malah temui pengunjung yang tak mengenakan masker, ini menjadi cacatan bagi satgasnya, utamanya pihak pengelola," imbuhnya.
 
Berdasarkan temuanya hari ini, Hartopo menegaskan untuk memberikan surat teguran bagi pihak pengelola yang masih abaikan protokol kesehatan. Dirinya berharap dengan surat teguran itu dapat memperketat penerapan protokol kesehatan dilingkungan pusat perbelanjaan.
 
"Kita berikan surat teguran bagi pengelola pusat perbelanjaan yang masih abaikan prokes, yaitu di Ramayana dan ADA Swalayan, semoga dengan surat teguran itu dapat memperketat kembali penerapan disiplin prokes dilingkungan mal," tegasnya.
 
Menutup rangkaian kegiatan, Hartopo juga menyempatkan diri meninjau pos pengamanan lebaran 2021 yang ada di terminal induk Jati Kudus. Dirinya mengimbau untuk adanya sinkronisasi data jumlah pemudik yang telah tiba di Kudus, untuk dicocokkan dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan rapid antigen.
 
"Perlunya sinkronisasi data dengan pihak-pihak terkait agar dapat diketahui jumlah pemudik yang datang berapa, yang sudah dilakukan rapid antigen berapa, dan yang masih menunggu prosesnya berapa. Semua dilakukan agar mempermudah pemantauan terkait pemudik yang datang ini," pungkasnya. (*)